Monday, 13 March 2017

Situs Prasejarah Watu Bahan



Watu Bahan (batu bahan baku?), merupakan situs prasejarah yang terletak di desa Lemah Abang, kecamatan Doro, kabupaten Pekalongan. Saat ini situs prasejarah Watu Bahan tengah dikembangkan oleh penduduk sekitar yang bekerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintahan seperti Perhutani, dan lain-lain. Situs Watu Bahan sendiri masih berada dalam kawasan hutan lindung, dan sudah tentu masih sangat asri sekali.

Meskipun sudah ada beberapa peneliti yang mencoba mencari informasi tentang situs ini, masih sangat sedikit sekali informasi yang didapatkan. Informasi yang saya dapatkan pun masih simpang siur. Saat ini pihak pengelola situs prasejarah Watu Bahan sedang mengembangkan web guna memberikan informasi tentang Watu Bahan dan wisata yang ada di sekitarnya.

Masyarakat sekitar mempercayai tadinya Watu Bahan akan digunakan untuk membangun Masjid, karena Watu Bahan sendiri berbentuk pilar-pilar segi lima menyerupai Menhir. Menhir sendiri adalah batu tunggal yang biasanya berukuran besar, ditatah seperlunya sehingga berbentuk tugu dan biasanya diletakkan berdiri tegak di atas tanah dan biasanya digunakan untuk memuja para leluhur.

Bahkan ada pula yang bilang Watu Bahan akan digunakan untuk membangun candi, dan sampai saat tulisan ini dibuat belum ada pihak yang mengetahui dengan pasti Watu Bahan akan digunakan untuk apa?






Saat saya mengunjungi situs ini sudah mulai dibuka untuk wisata, sudah tersedia area parkir dan warung makan, juga sudah mulai dibangun toilet. Jalan menuju Watu Bahan awalnya aspal yang masih bagus, akan tetapi nantia kita akan tetap menemui jalan yang masih berupa batu yang ditata rapi. Tapi saat musim hujan jalan agak licin.

Source Image
Di area situs Watu Bahan sendiri tidak hanya ada benda peninggalan prasejarah saja, tapi juga ada mata air abadi, dan juga air terjun kecil yang warga sekitar menyebutnya Curug Menhir.

Tidak lama kami menghabiskan waktu di Watu Bahan karena memang cuaca sedikit mendung. Dan beruntungnya kami saat menuruni bukit untuk menuju tempat parkir, kami sempat melihat sepasang Owa yang bergelayutan di dahan pohon. Sayangnya kami tidak dapat memotret Owa tersebut karena gerakannya yang terlalu cepat. Bahkan saat kami melintasi jalan berbatu kami sempat ketemu dengan Lutung Jawa, ini masih menandakan bahwa kelestarian di sekitar situs Watu Bahan masih terjaga. Dan semoga kelestarian ini tetap terjaga.

Untuk informasi lengkap tentang situs Watu Bahan bisa langsung cek instagram pengolala Watu Bahan.