Monday, 22 December 2014

Sindoro Via Bansari

Berawal dari perkenalan saya lewat social media dengan mas Arya yang hobi naik gunung, akhirnya saya pun nekat untuk ngekor dia naik ke Sindoro via Bansari. Dan ini adalah pengalaman saya untuk pertama kalinya naik gunung.

Walau pun beberapa hari sebelum pendakian sempet ragu karena cuaca di Temanggung sering berubah dari panas jadi hujan dan sebaliknya. Dan akhirnya 16 Mei 2013 saya berangkat menuju ke kota Temanggung untuk singgah sebentar di rumah mas Arya. Dari Jogja saya berangkat sekitar jam 5 sore menggunakan motor dan hanya ditemani rintik hujan selama perjalanan sampai ke kota Temanggung.

Keesokan harinya tanggal 17 Mei 2013 kami berangkat menuju basecamp pendakian Sindoro via Bansari, sekitar jam 9 pagi kami baru mulai pendakian. Setelah mengurus perijinan kami mulai perjalanan yang diawali dengan menyusuri perkampungan, dan dilanjut menyusuri kawasan ladang penduduk. Dan di kawasan ladang inilah saya mulai ngos-ngosan tak kendali, maklum beberapa hari sebelum pendakian saya sama sekali tidak ada persiapan fisik *yang ini jangan ditiru yaaa. Sekitar 2 jam (yang seharusnya cuma 1 jam) melewati kawasan ladang penduduk akhirnya kami sampai di pos 1. Di pos ini ada bangunan semi permanen yang bisa kita jadikan untuk beristirahat. Setelah beristirahat sekitar 20 menit kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Dari pos 1 menuju pos 2 ini kita akan melewati aliran sungai yang bisa kita ambil airnya untuk persediaan selama perjalanan, dan sepertinya sungai ini hanya ada air saat musim hujan entah jika musim kemarau. Mungkin ada air tapi sedikit sekali. Selama perjalanan menuju pos 2 kita akan melewati hutan heterogen yang masih teduh, berbeda sekali ketika kita mulai perjalanan dari basecamp menuju pos 1 yang panasnya keterlaluan.
Edelweiss dan Cantigi
Istirahat sebentar di pos 2 dan kami lanjut menuju pos 3, dan tentu saja masih ditemani rimbun hutan heterogen. Dalam perjalanan menuju pos 3 hujan pun menemani kami. Kalau tidak salah ingat sewaktu kami berada di jalur pos 2 menuju pos 3 mendengar suara air terjun yang sempat menarik perhatian saya. Sampai di pos 3 kami istirahat sebentar dan makan siang. Pos ini merupakan bangunan semi permanen, dan didekatnya ada sumber air yang dimana kita harus turun ke bawah sekitar 100-300 meter dari bangunan pos. Dan di pos 3 ini kami mulai bertemu dengan pendaki lain, mereka adalah rombongan pendaki dari Malang dan Jogja yang berjumlah hanya 4 orang. Dan mereka inilah yang akhirnya menjadi teman perjalanan kami menggapai puncak Sindoro dan tentu saat pulang menuju ke basecamp.

Kawah Jalatunda
Selesai beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju pos 4, dan saat itu juga mulai turun hujan. Mulai dari pos 4 ini kami berjalan tidak hanya berdua, tapi jadi berenam. Lumayan ada temen lagi. Melewati pos 4 kita akan menemui batas vegetasi, dan saat kami dijalur menuju puncak, angin berhembus lumayan kencang. Disini lah saya mulai down, tapi mas Arya dan teman-teman yang lain memberikan semangat kepada saya.

Karena hari sudah sore dan kami sudah basah kuyup, akhirnya kami memutuskan untuk ngecamp sebelum puncak. Untungnya saat mamlam hari cuaca menjadi cerah, dan kami bisa bikin api unggun untuk sekedar menghangatkan badan juga mengeringkan pakaian kami yang basah, meskipun sudah pakai jas hujan. Paginya kami melanjutkan perjalnan menuju puncak, kali ini saya hanya berdua dengan mas Arya. Sedangkan teman dari Malang dan Jogja sudah berangkat duluan. Dan sialnya jalan yang kami ambil salah, harusnya dari tenda kami jalan ke kanan ini malah ambil arah kiri dan harus memutar sampai di jalur Kledung yang sudah hampir sampai ke puncak. Ada kali hampir sejam kami jalan dan akhirnya sampai juga di puncak Sindoro. Rasanya? Ya pasti bangga karena ini pertama kalinya saya naik gunung, dari modal nekat akhirnya saya bisa menapakkan kaki di ketinggian 3150 mdpl. Cuma sekarang saya sudah tidak mau hanya modal nekat saja, naik gunung bagi saya benar-benar harus ada persiapan. Saya sendiri tidak mau mati konyol hanya karena ego.

Saat turun pun kita juga harus berhati-hati karena saat kami ke sana jalannya licin, terutama dari pos 2 menuju pos 1 jalnnya kayak berlumut gitu. Kami saja sempat beberapa kali terpeleset. 

Saat Pagi Menjelang.


Kabut, Pelangi dan Sumbing.

*Cerita ini sebenarnya sudah ingin saya publish dari setahun yang lalu, tapi ya gitu deh..