Thursday, 7 February 2013

Hangatnya Mentari Pagi Di Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran




Berawal dari obrolan iseng si Iga akhirnya kami berempat saya, mbak Poe, Herman dan Iga melalakukan perjalanan ini pada tanggal 2 Februari 2013. Kami memulai perjalanan dari kota Jogja sekitar jam 3.00 pagi hanya untuk “mengantarkan” Iga liat sunrise.

Beruntung cuaca saat itu sangat mendukung, dan perjalanan menuju Gunung Api Purba memakan waktu sekitar 1-1,5 jam. Begitu sampai di sana kami langsung membayar retribusi dan langsung naik ke puncak. Kami melakukan perjalanan dari pendapa Kalisong menuju puncak sekitar jam 4 pagi (mungkin, soalnya lupa). Hanya gelap, suara jangkrik, hembusan angin malam, dan cahaya senter yang remang menemani perjalanan kami menuju puncak. Sekitar 1 jam kami berjalan kaki dan tak lupa diselingi obrolan dan candaan khas kami akhirnya kamipun sampai di puncak. Ternyata sudah banyak orang di atas, maklum pas weekend jadi rame orang. Sampai di puncak kami istirahat dan tentu saja menunggu munculnya sang mentari. Ahhh akhirnya sang mentari pun muncul dan cuaca sangat mendukung, betapa cantiknya pagi itu. Ketika saya “dipaksa” untuk menyaksikan munculnya dan merasakan hangatnya mentari pagi, karena biasanya jam segitu saya masih/baru mau tidur.

mataharinya muncul..
Walaupun GAP ini gak terlalu tinggi tapi jangan sesekali ngremehin, tetep bawa bekal yang cukup ya. Karena di atas gak ada yang jual makanan, cangcimen, ataupun Indmrt. Jalan menuju puncak sudah ada beberapa yang disemen, tapi kebanyakan masih berupa tanah. Jadi kalau pas ke sini saat musim hujan seperti ini harus ekstra hati-hati karena jalannya jadi licin. Buat cewek gak disarankan menggunakan sandal/sepatu berhak tinggi (karena beberapa kali saya ke sana liat cewek menggukan sandal berhak tinggi).


Berdasarkan penelitian, pada 60 hingga 70 juta tahun yang lalu Gunung Api Purba (GAP) merupakan gunung yang aktif tapi kalau sekarang hanya tinggal deretan batu raksasa. Gunung ini juga disebut gunung Nglanggeran karena letaknya yang ada di desa Nglanggeran,  Kec. Patuk, Kab. Gunung Kidul, gunung ini memiliki tinggi sekitar 300-800 meter dpal.

Jogja lautan awan