Friday, 24 February 2012

Daftar Pantai Di Gunung Kidul


D.I. Yogyakarta terkenal dengan pantai Parangtritis nya yang ada di Kabupaten Bantul, tahukah kalian bahwa di Kabupaten Gunung Kidul yang masih masuk wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta juga memiliki banyak pantai yang tidak kalah cantiknya dengan pantai yang ada di beberapa daerah di Indonesia? Dan tentunya pantai - pantai yang ada di Gunung Kidul memiliki kecantikannya masing - masing.

Berikut ini merupakan daftar pantai yang ada di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi D.I. Yogyakarta yang bisa dijadikan sebagai referensi liburan teman - teman selanjutnya.

Pantai Banyunibo : Purwodadi, Tepus

Pantai Baron : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Busung : Purwodadi, Tepus
Pantai Butuh : Karambilsawit, Saptosari
Pantai Drini : Banjarejo, Tanjungsari
Pantai Gesing : Girikarto, Panggang
Pantai Grigak : Giriwungu, Panggang
Pantai Indrayanti : [?]
Pantai Jagang Kulon : Purwodadi, Tepus
Pantai Jogan Wetan : Purwodadi, Tepus
Pantai Karangtelu : Girikarto, Panggang
Pantai Kelosirat : Purwodadi, Tepus
Pantai Kesirat : Girikarto, Panggang
Pantai Klampok : Girijati, Purwosari
Pantai Klumpit : Purwodadi, Tepus
Pantai Krakal : Ngestirejo, Tanjungsari
Pantai Krokoh : Songbanyu, Girisubo
Pantai Kukup : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Lambor : Purwodadi, Tepus
Pantai Langkap : Karambilsawit, Saptosari
Pantai Muncar : Purwodadi, Tepus
Pantai Nampu : Giriwungu, Panggang
Pantai Ngandong : Sidoharjo, Tepus
Pantai Ngetun : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngobaran : Kanigoro, Saptosari
Pantai Ngondo : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngrenehan : Kanigoro, Saptosari
Pantai Nguluran : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngungap : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngunggah : Giriwungu, Panggang
Pantai Nguyahan : Kanigoro, Saptosari
Pantai Pakundon : Purwodadi, Tepus
Pantai Parangedong : Girijati, Purwosari
Pantai Parangracuk : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Pulau Ndrini : [?]
Pantai Sadeng : Pucung, Girisubo
Pantai Sawahan : Purwodadi, Tepus
Pantai Sepanjang : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Siung : Purwodadi, Tepus
Pantai Slili : Sidoharjo, Tepus
Pantai Songlibeg : Purwodadi, Tepus
Pantai Sundak : Sidoharjo, Tepus
Pantai Timang : Purwodadi, Tepus
Pantai Torohudan : Kanigoro, Saptosari
Pantai Watu Kodok : [?]
Pantai Watugupit : Giricahyo , Purwosari
Pantai Watutogok : Purwodadi, Tepus
Pantai Wediombo : Jepitu, Girisubo
Pantai Weru : Purwodadi, Tepus 

Ada beberapa pantai yang pernah ane kunjungi dan masih banyak yang belum ane kunjungi. Ada juga beberapa pantai yang ane tidak tahu nama daerahnya, tapi pantai - pantai di Gunung Kidul berada dalam satu kompleks yang membentang dari sisi timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul sampai sisi barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Jadi, siapkan ransel mu dan mari berpetualang!! :D

(sumber : wisatagunungkidul.com)


Thursday, 16 February 2012

SelosoSeloSolo

Berawal dari iseng ngajakin Distian ke Solo eh malah jadi ke Solo beneran. Hahahaaa.. Awalnya kami mau berangkat hari Senin tanggal 13 Februari 2012, tapi apa daya Distian baru nyampe Jogja hari Senin. Jadinya kami berangkat menuju Solo hari Selasa 14 Februari 2012, berangkat dari kost jam 8.00 pagi sampe Stasiun Tugu sekitar jam 8.30 dan masih ada waktu buat sarapan. Kami pun menyempatkan sarapan dengan menu Soto di depan Hotel Inna Garuda, sotone enak cah! Jam 9.30 kami melaju menuju Solo menggunakan kerata Prameks, dan nyampe di stasiun Balapan Solo sekitar jam 10.45. Sampai di stasiun niatnya kami mau melanjutkan perjalanan menggunakan angkot atau bus kota, tapi berhubung nunggunya lama kami pun akhirnya naik becak menuju Keraton Surakarta Hadiningrat.

Bale Roto
Keraton Surakarta merupakan istana Kasunanan Surakarta yang didirikan oleh Susuhan Pakubuwono II ( Sunan PB II ) pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana atau Keraton Kartasura yang porak poranda akibat Geger Pecinan pada tahun 1743. Keraton ( Istana ) Surakarta merupakan salah satu bangunan yang eksotis pada zamannya. Salah satu arsitek istana ini adalah Pangeran Mangkubumi ( kelak bergelar Sultan Hamengkubuwono I ) yang juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika pola dasar tata ruang kedua keraton tersebut ( Yogyakarta dan Surakarta ) memiliki persamaan umum.

Bale Roto
Ada legenda mengenai usia Nagari Surakarta, ketika istana selesai dibangun muncul sebuah ramalan bahwa kerajaan Surakarta hanya akan berjaya selama dua ratus tahun. Setelah dua ratus tahun maka kekuasaan raja hanya selebar mekarnya sebuah payung ( dalam bahasa Jawa : kari sak megare payung ). Dan apabila dihitung dari penempatan istana secara resmi pada tahun 1745 maka dua ratus tahun kemudian adalah tahun 1945 Indonesia merdeka, dan kekuasaan Kasunanan benar – benar merosot. Setahun kemudian, pada tahun 1946 Kasunanan Surakarta benar – benar dihapus dan kekuasaan Susuhan benar – benar habis dan hanya tinggal atas kerabat dekatnya saja.

Panggung Sangga Buwana
Untuk masuk ke Keraton Surakarta kita akan dikenai biaya sebesar Rp.10.000, pintu masuk Keraton ( bagi wisatawan ) dan museum berada di sebelah timur. Jadi setelah kita membeli tiket kita harus berjalan kaki menuju pintu masuk yang ada di sebelah timur. Museum Keraton Surakarta sendiri memiliki beberapa ruangan dan setiap ruangan memiliki benda-benda koleksi yang berbeda. Setelah kita puas di ruang pamer museum kita bisa menuju ke bagian dalam Keraton. Untuk masuk ke sini ada syaratnya, yaitu tidak boleh memakai sandal dan berpakaian yang tertutup. Kalo untuk yang memakai sepatu tidak usah dicopot, dan yang memakai celana pendek akan dipinjami celana panjang bermotif batik gratis. Dan ada aturan kita tidak boleh melanggar batas yang telah ditentukan oleh pihak Keraton.

salah satu benda koleksi museum Keraton Surakarta

lupa namanya.. heuheu..

rangka Kyai Slamet atau Kebo Bule

salah satu patung yang ada di bekas kereta jenazah

Kedhaton

batas pengunjung

"ini artinya apa?"

numpang narsis.. weweweweee..
Setelah puas keliling Keraton kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pasar Klewer yang berada tidak jauh dari Keraton, tapi berhubung suasana Pasar Klewer membuat kami tidak nyaman gara – gara rame dan sumpek akhirnya kami memutuskan untuk ke PGS ( Pasar Grosir Solo.red ). PGS sendiri ada di Jalan Slamet Riyadi atau sebelum kita masuk area alun – alun, PGS lumayan nyaman lah untuk hunting baju atau batik dibandingkan dengan Pasar Klewer yang super sumpek.

Setelah kami mendapatkan barang yang kami inginkan dan perut juga sudah mulai keroncongan maka kami putuskan untuka makan di depan PGS. Selesai makan bingung mau kemana, awalnya mau ke Pasar Triwindu tapi berhubung hujan akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke Jogja. Sampai stasiun Balapan kami pun beli tiket kereta api ManJa, suasananya gak rame soalnya gak pas liburan!!

Jadi, kapan kalian main ke Solo?