Monday, 26 December 2011

Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan peninggalan candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak sekitar 17km arah Timur dari pusat Kota Jogja atau tepatnya di jalan Adisucipto (jalan Jogja - Solo). Dibangun pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Bentuk bangunannya menjulang tinggi sekitar 47 meter, berbeda dengan Candi Borobudur yang bangunannya melebar.

Candi Prambanan
Candi Prambanan memiliki legenda tentang seorang pria yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh hati kepada Rara Jonggranbg. Sedangkan Rara Jongrrang sendiri tidak menaruh hari terhadap Bondowoso, maka Jonggrang meminta 1000 candi kepada Bondowoso dalam waktu satu malam. Ketika candi yang dibuat sudah berjumlah 999 Jonggrang meminta warga desa untuk menumbuk padi agar suasana seperti sudah pagi hari dan ayam jantan pun mulai berkokok. Merasa telah dicurangi, akhirnya Jonggrang dikutuk oleh Bondowoso menjadi arca yang keseribu.

Rara Jonggrang

Untuk harga tiket katanya sekarang Rp 30.000, soalnya ane udah lama gak ke Prambanan dan menurut info sekarang ada paket wisata Prambanan - Ratu Boko. Dengan harga tiket Rp 45.000 kita bisa free transport menuju Ratu Boko, tapi untuk masuk ke Ratu Boko nya gak tau bayar lagi apa gak. soalnya ane belum pernah nyoba.


ini apaan ya?? panggung sendratari Ramayana kah?

TIPS : kalo mau ke Prambanan mendingan pagi atau agak sore, kalo siang panas banget. Soalnya disekitar candi gak ada pepohonan, kalu semisal memang ke candinya harus siang lebih baik bawa payung sendiri daripada sewa.

Sunday, 25 December 2011

Istana Ratu Boko

Istana Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkara, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara (biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual.

Sangat mudah kalau kita mau ke Ratu Boko, kalau anda dari arah Kota Jogja tinggal ikuti saja Jalan Jogja – Solo. Lalu pas nyampe di pertigaan Pasar Prambanan kita belok ke arah kanan (arah selatan) menuju Jalan Jogja – Piyungan. Ikuti saja jalan tersebut hingga ada papan yang menunjukkan arah Ratu Boko, dari Jalan Jogja – Piyungan kita masih harus masuk lagi melewati jalan yang kanan – kirinya berupa sawah. Lalu kita juga akan melewati perkampungan warga, nah diperkampungan ini jalannya agak menanjak dan berliku jadi harus berhati – hati. Kalau belum jelas bisa tanya ke warga sekitar, dengan senang hati mereka akan memberi tahu arah ke Ratu Boko.

Untuk masuk ke Ratu Boko kita akan dipungut retribusi sebesar Rp 10.000 (kalo gak salah, soalnya ane ke sana pas taun 2010), untuk parkir Rp 1.500 (untuk motor, ini juga ane lupa :p), kalo kita bawa kamera kita juga dipungut retribusi sebesar Rp 5.000 (kalo gak salah, maklum dah lama :p).

gerbang masuk Istana Ratu Boko
numpang narsis di sisa gapura Ratu Boko
Keputren, tempat mandi para selir raja
Kalau mau ke Ratu Boko ane saranin mending pas sore aja, biar bisa menikmati sunset. Apalagi pas cuaca cerah, bisa liat Merapi dari Ratu Boko.

Merapi nya keliatan dari Ratu Boko
sunset di Ratu Boko



Jangan kaget kalo banyak Kambing di sini!! Soalnya selain untuk tempat wisata, Ratu Boko juga dijadiin tempat menggembala kambing oleh warga sekitar.

angon wedhus

senja

Taman Pintar : Berekreasi Sambil Belajar

Taman Pintar terletak di tengah Kota Jogja, tepatnya di Jl. P. Senopati. Gampangnya dari Jl. Malioboro jalan ke arah selatan (arah Keraton/alun - alun utara) sampe perempatan KM 0 (Benteng Vredeburg) belok kiri, nah cari tu Taman Pintar ntar pasti ketemu.

Taman Pintar (Tapin) diresmikan pada tahun 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan pada tanggal 16 Desember kemarin Tapin memasuki umur yang ke -3 tahun. Di bagian depan gedung Oval ada monumen Gong Perdamaian, di bawah gong ini tertanam tanah dari 33 Provinsi di Indonesia.

Monumen Gong Perdamaian


Tapin dibagi menjadi beberapa zona, antara lain :

Zona Playground
Zona ini merupakan ruang publik dan penyambutan bagi pengunjung Tapin. zona ini menyediakan berbagai wahana dan peralatan peraga yang menyenangkan bagi anak dan keluarga, zona ini dapat diakses secara cuma - cuma a.k.a GRATIS!!

Gedung Oval - Kotak
Menampilkan berbagai wahana dan alat peraga berbasis edukasi yang menyenangkan dan dapat diperagakan oleh pengunjung.

Gedung Oval

Gedung Memoribilia
Di gedung ini berisikan alat peraga yang berbasis pengetahuan sejarah Indonesia, yakni sejarah Kesultanan dan Paku Alaman Yogyakarta, tokoh - tokoh pendidikan, dan Presiden RI muilai dari Presiden yang pertama hingga saat ini.

Gedung PAUD Timur dan Barat
Berisikan alat peraga dan permainan bagi anak - anak umur 2 sampai 7 tahun.

Jam Layanan
Buka : Selasa - Minggu ( 9am - 4pm )
Senin tutup kecuali hari libur Nasional

Sumber : Taman Pintar
Foto : Koleksi Pribadi

Wednesday, 21 December 2011

The Parade Jogja 2011 : The End Is The Beginning

The Parade adalah event tahunan yang menghadirkan brand clothing nasional, band indie dan community gathering. Tahun ini merupakan tahun ke- 3 The Parade diselenggarakan, tepatnya tanggal 16-18 Desember 2011 kemarin yang bertempat di Jogja Expo Center (JEC).



The Parade bukan saja untuk menjadi ajang penjualan bagi para pelaku industri kreatif untuk memasarkan produk, tetapi sebagai wadah eksistensi untuk para komunitas di jogja agar terus dapat ber-kreasi, ber-aktifitas, dan mengembangkan jiwa kreatif yang ada di dalam komunitasnya. Bukan hanya aktifitas dari komunitas saja, tetapi segala bentuk kompetisi dari beberapa komunitas juga hadir disini.




Tahun ini ada sekitar 50 clothing brand yang buka stand di event ini, selain itu ada sekitar 19 band indie lokal dan special performers Pee Wee GaskinsGigantorEndank SoekamtiShaggy Dog, dan Jeruji. Selain itu juga ada Community Gathering, ada Viva La Balkot (komunitas Skate Board), YK BMX ( komunitas sepeda BMX), Cycle Bandidos (komunitas sepeda Fixie), Kayu Made (komunitas Fingersk8 Board), Craft Carnival, Graffiti, Lomography dan Tattoo. Nah untuk taun ini The Parade juga ada parade akustik band dan juga Dj Perfomances..




The Parade taun ini udah kelar dan sampai jumpa tahun depan.. :D


Sumber : The Parade Jogja

Trip to Gunung Kidul : Indrayanti Beach – Sundak Beach – Sepanjang Beach + Bukit Bintang

Setelah setaun saya gak ke Gunung Kidul akhirnya kemaren 11 Desember saya berkesempatan ke Gunung Kidul lagi. Dan kali ini gak Cuma 1 pantai, tapi 3 pantai sekaligus saya datengin!! :D

Secara ne pantai Cuma bersebelahan, sebenarnya ama pantai-pantai di Gunung Kidul yang udah pernah saya datengin mah masih 1 kompleks. Awalnya dari Jogja saya cuma berdua aja, eh pas nyampe pantai Indrayanti ketemu temen kampus (*mereka abis rafting di Goa Pindul -___- tu Goa masih 1 kabupaten ma pantai-panti yang saya datengin ) akhirnya rame- rame dech mandi di pantainya.. :D

Pertama kali saya liat pantai Indrayanti kek gak di Jawa, tapi kek di Bali atau Lombok. Mungkin emang disetting kek gini kali ya?? haghag..
Di 3 pantai ini pasirnya putih alus banget, gak kek di pantai Ngobaran (*pasir di pantai Ngobaran emang putih tapi agak kasar).

Buat masuk ke tiga pantai ini cukup ngeluarin duit Rp. 9.000,- aja, itu untuk 2 orang + 1 motor. 1 tiket untuk 3 pantai, ummm.. bukan bukan.. kayaknya gak cuma buat 3 pantai, tapi buat 5 ato 6 pantai ( Indrayanti, Sundak, Sepanjang, Ndrini, Baron, Kukup *berhubung ane cuma ke 3 pantai aja jadi kita itung 1 tiket buat 3 pantai..!! :p #gakpenting).

Kalo di Indrayanti tu ada gazebo sama penginapan juga, kalo mo makan juga ada resto *tapi berhubung dari Jogja kami udah makan jadi gak sempet mampir disitu trus pas makan malam mampir di Bukit Bintang.. hahhaai..


Pantai Indrayanti, Pantai Cantik Penuh Kontroversi

Di pantai ini ada penginapannya juga, tapi buat mahasiswa seperti saya rugi bandar kalo nginep di sini. Per malemnya sekitar 300rb.. -___-

Kalo pas lagi surut kita bisa lihat karang yang ada di pantai, berhubung kemaren pas lagi pasang jadi gak bisa liat karang nya secara langsung, kecuali kalo pas lagi mandi di pantai nya terus nyelem dech.. haghaghag..


ada yang bilang pantai ini Bangka Belitung-nya Jogja, ada juga yang bilang ini Bangka Belitung KW 1.. :D

pantai cantik nan penuh kontroversi


suasana Pantai Indrayanti saat weekend
Penyebutan nama Pantai Indrayanti sebelumnya menuai banyak kontraversi. Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran. Berhubung nama Indrayanti yang terpampang di papan nama cafe dan restoran pantai, akhirnya masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan pemerintah menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Syawal. Namun nama Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Syawal. Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan Pantai Indrayanti rupanya turut membawa dampak positif. Berbeda dengan pantai-pantai lain yang agak kotor, sepanjang garis pantai Indrayanti terlihat bersih dan bebas dari sampah. Hal ini dikarenakan pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar Rp. 10.000 untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara sembarangan. Karena itu Indrayanti menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi. (sumber: yogyes.com)




Pantai Sundak

Pas saya di sundak cuma bentar aja, soalnya sepi banget.. :D





Pantai Sepanjang

Pantai ini ada di sebelah barat pantai Sundak, pantai nya lumayan panjang. Yaiyalah namanya juga pantai Sepanjang..!! -___-
menikmati sunset di pantai Sepanjang..
Bukit Bintang

Nama aslinya saya gak tau apaan, tapi orang-orang nyebut nya Bukit Bintang. Tempat nya ada di perbukitan Pathuk Gunung Kidul, masih deket sama Kota Jogja nya. Jadi gak terlalu jauh kalo mo kesini. Di Bukit Bintang ini tiap malemnya rame apalagi kalo pas libur ato weekend, trus pas malem taun baru juga. Kalo yang belum pernah ke sini harap hati-hati, soalnya jalannya menanjak dan berkelok. Apalagi pas saat libur atau weekend bisa rame kendaraan yang menuju ke daerah Gunung Kidul.



Trip to Gunung Kidul : Ngobaran Beach

Ini perjalanan ke dua saya ke Gunung Kidul (ini kejadiannya 1 taun yang lalu *kenapa baru dipost sekarang coba??? -____- udah lah gak penting bahas ini..!!) , tepatnya pantai Ngobaran. Pantai ini kalo gak salah terletak disebelah barat pantai Baron.

Perjalanan ke pantai Ngobaran juga sama dengan perjalanan ke Pantai Baron, yaitu sekitar 2 jam. Tapi waktu itu ane sampe 3 jam *mungkin lebih soalnya pake acara nyasar dulu.. -___-
Mana waktu nyasar nyampenya ke hutan-hutan pula, jalannya masih pake tanah OMG apa pula ini..!!?? :s

Tapi ini yang jadi sensasi tersendiri, gimana enggak jadi sensasi coba? Cuma berdua nyasar di utan!!??? Gak ada orang laen! Kalo saya gak bisa pulang gimana coba? Emang ada sich satu dua orang yang melintas, pas mo nanya agak ragu. Ini orang apa bukan? Kalo saya disasarin ke kuburan gimana coba? Gak lucu kan siang bolong nyasar ke kuburan? Tapi Alhamdulillah ternyata orang yang saya temuin bener-bener orang! Bukan orang jadi- jadian! Lebih tepatnya itu orang berhati malaikat, mereka ngasih tau jalan menuju pantai.. hahahaaai.. :D


Ngobaran merupakan pantai yang cukup eksotik. Kalau air surut, kalian bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik yang berwarna hijau maupun coklat. Jika dilihat dari atas, hamparan alga yang tumbuh di sela-sela karang tampak seperti sawah di wilayah padat penduduk. Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan.

batu karang nya mirip kura- kura.. :D


Trip to Gunung Kidul : Baron Beach

Ini pertama kalinya saya ke pantai Baron, juga ke Gunung Kidul. Kalo gak salah sich trip ini udah sekitar 1 taun yang lalu :p (lama juga *kenapa baru dipost sekarang coba? Ach gak penting ngomongin ini.. :D).

Kalo dari Kota Jogja ke pantai Baron tu kira- kira sekitar 2 jam perjalanan kalo gak ada hambatan.. hahaha..
Selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam pedesaan dan masih alami. Bukit- bukit, sawah, dan landscape alam yang hijau membuat mata menjadi segar..

Pantai Baron tu unik, pantainya dekat dengan muara (kalo gak salah muara sungai air bawah tanah, jadi airnya seger tanpa tercemar limbah apapun). Jadi kita bisa milih mo renang di air asin (air laut) atau di air tawar (air muara)..



Muara sungai air bawah tanah


Seperti pantai lain yang ada di selatan Pula Jawa, ombak pantai Baron agak besar. Tetapi para pengunjung masih dapat berenang di pantai ini sampai batas yang diperkenankan, yang ditandai dengan rentangan kawat yang di-bentangkan di atas teluk itu. Baron juga merupakan pangkalan para nelayan, yang sebagian dari mereka telah memperlengkapi perahu - perahunya dengan mesin motor, sehingga dapat menjangkau laut lebih luas.




  

Nelayan Pantai Baron









Tuesday, 20 December 2011

Berpetualang di Biennale XI

Biennale adalah ajang pameran seni rupa dua tahunan yang diadakan sejak tahun 1988 di Yogyakarta. Ada apa aja dipameran ini? Banyak!! Acara ini memamerkan berbagai karya seni lukis, seni patung dan seni rupa lainnya dan juga seminar. Nah tahun ini Biennale XI mengangkat tema The Equator #1 : Perjumpaan Indonesia dan India, dan fokus tema Biennale XI ini adalah “Religiulitas, Spiritualitas, dan Kepercayaan”. Dan kebetulan juga tahun ini Biennale ada di 2 tempat, yaitu di Taman Budaya Yogyakarta dan Jogja National Museum.

TKP = Tempat Kejadian Pameran
Pertama kali saya ke Biennale (TBY) agak kaget juga, soalnya banyak sendal ama sepatu yang berserakan di depan pintu masuk. Dalam ati ane ngomong “kok mo liat pameran aja harus copot sendal ato sepatu sich?” ternyata eh ternyata tu sendal ama sepatu emang sengaja ditaruh di depan pitu masuk ruang pamer, gak tau apa maksud dari panitia naruh banyak sendal ama sepatu berserakan di depan pintu masuk. Tapi mungkin itu menceritakan tentang betapa beragamnya Indonesia yang terdiri dari banyak suku, agama, dan bahasa.

Pas udah masuk ke ruang pamer  (bagian depan deket pintu) kita udah disuguhin nuansa India, ya meskipun belum terlalu kental nuansa India nya cuma baru foto- foto doang.

Agak ke tengah dikit ada kumpulan surat dari siswa- siswi beberapa sekolah di Jogja, foto, dan beberapa hasil karya seni juga. Ada dua surat yang menarik buat saya, yang satu dari seorang siswi yang beragama Islam. Dia sangat suka dan ingin memelihara anjing, tapi dalam agama Islam anjing tu najis. Terus surat yang satunya lagi juga dari seorang siswi non muslim, kalo yang ini tentang MINORITAS dan MAYORITAS!! Ya, di sekolahnya ada sebuah tempat Masjid yang bagus tapi untuk tempat ibadah yang non muslim cuma sebuah ruang yang sempit dan pengap, kalo ane liat di fotonya sich malah mirip gudang. Trus ada satu foto yang ane suka, tu foto objeknya tulisan INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM. Setuju banget!! Karena INDONESIA ADALAH NEGARA BHINEKA TUNGGAL IKA.


Di bagian lain di ruang tengah ada banyak doa dan harapan  yang di tulis oleh siswa- siswi sebuah SD (*saya lupa atau mungkin gak tau nama SD nya), mereka berdoa dan berharap agar negeri ini aman dan damai. Gak ada lagi yang namanya bentrok antar suku atau agama. Ada satu harapan yang saya suka, dan harapannya seperti ini

Surat Untuk Tuhan..
Ya Tuhan, semoga agama Islam dan agama lain saling rukun dan menyayangi..
Dan antar warga saling rukun dan menyayangi..
Tidak sering tawuran atau sering berkelahi antar teman..
Dan orang- orang tinggi tidak korupsi..
Kasihan orang- orang yang kemiskinan..
Semoga mereka sadar atas perbuatan mereka..


Selain menikmati hasil karya seni yang ada kita juga bisa membaca beberapa buku atau majalah yang disediakan, majalah ama bukunya hanya untuk dibaca di tempat gak untuk dibawa pulang!! Banyak buku tentang seni yang bisa kita baca di sini, buku atau majalah yang bahas tentang hal yang berhubungan dengan India juga ada.






Perjalanan kita lanjutin ke Jogja National Museum (JNM)
Nah pas ane ke sini kalo gak salah waktu itu pas maghrib (maghrib-maghrib  malah kelayapan). Pas kesini masih sepi, tapi sekitar 30 menit ane di sini udah agak mulai rame.

lorong kematian | ngawur!! *bacok*
Foto- foto ini saya ambil di ruang sebelah kanan dari pintu masuk, jadi begitu nyampe dalem ruangan langsung belok kanan!! Jangan lurus, soalnya ntar malah nabrak meja!!

tali

Kirain manusia ternyata patung!!

Ini kalo saya yang baca selesai berapa taun yak?


Foto- foto yang ini saya ambil di lantai dua..




Rumit



Cabe mahal mahal dibuat kek ginian.. wkwkwkkkk..

Kalo foto- foto yang ini saya ambil di lantai tiga..









Ini bukan sembarang coretan, ini lukisan di lantai.. Jangan diinjak!!




Foto- foto yang ini saya ambil di lantai satu, dari pintu masuk belok ke kiri..

Itu yang bawah kepala


Gak tau ini bahasa apa dan artinya apaan.

Ok!! Petualangan saya di Biennale sudah selesai, tapi acaranya belum selesai kok. Masih nyampe Januari tahun depan, jadi buat yang belum ke sini masih ada waktu dan masuknya gratis.